Jurnal IT

Komputasi dan Pengetahuan Umum

ROUTE SHEET DAN JOB SHEET

A. ROUTE SHEET

Route Sheet adalah lembar routing proses yang harus dilalui oleh tiap- tiap komponen dari awal hingga akhir. Route Sheet ada 2 jenis antara lain Route Sheet dan Route Sheet Assembly. Route Sheet digunakan untuk komponen- komponen dasar / penyusun sedangkan Route Sheet Assembly digunakan untuk komponen-komponen yang telah di-assembly. Setiap komponen baik itu komponen dasar maupun komponen assembly memiliki 1 lembar sendiri-sendiri.

Tujuan Route Sheet

Route Sheet ini dilaksanakan untuk memperlancar dan mempermudah jalannya produksi yang ada, tetapi secara khusus Route Sheet memiliki tujuan sebagai berikut :

  • Sebagai patokan alur kerja suatu komponen secara lengkap (dari preparation sampai packing).
  • Sebagai patokan / target waktu proses suatu komponen pada tiap mesin.
  • Mempermudah jalannya proses produksi yang ada.
  • Mendisiplinkan / membiasakan operator agar dapat bekerja secara teratur dan cepat sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
  • Pelaksanaan produksi sesuai dengan prioritas dan jumlah batch, sehingga pada akhirnya dapat set pada bagian assembling.

Isi Route Sheet.

Lembar Route Sheet ini berisikan data-data yang menjelaskan secara detail tentang komponen tertentu. Secara umum isi dari Route Sheet tersebut dapat dirinci sebagai berikut :

  • No. KIK
  • No. dan nama komponen.
  • Jumlah batch. jumlah komponen per batch dan jumlah order total.
  • Ukuran sawn timber, prefinish dan finish komponen serta gambar detail komponen.
  • Analisa sequence suatu komponen.
  • Analisa Planning Vs Actual.

Pada akhirnya hasil analisa ditas dapat kita bawa dalam meeting produksi untuk mendapatkan perhatian dan perbaikan-perbaikan secara berkesinambungan jika diperlukan. Hasil analisa ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kelancaran proses produksi yang ada.

Prosedur pelaksanaan Route Sheet.

Untuk menjalankan dan melaksanakan Route Sheet banyak sekali data- data pendukung yang diperlukan antara lain jnis dan nama mesin (M.Machine), proses yang dilakukan pada tiap mesin beserta formula untuk menghitung waktu proses tiap mesin (M.Process Name), nama dan ukuran komponen (M.Item) serta secjuences tiap komponen tiap item. Semua data-data tersebut harus terlebih dahulu disiapkan, penulis mempersiapkan semua data-data tersebut dengan melakukan wawancara dengan staf / karyawan, kabag serta melakukan pengamatan langsung di lantai produksi. Hasil pengumpulan data-data diatas dapat dilihat pada lampiran 3, 4 & 5.

Pada tabel data process name terdapat kolom formula mode, formula mode tersebut untuk membedakan formula perhitungan waktu proses yang digunakan oleh tiap-tiap mesin. Formula mode tersebut dibedakan menjadi 7 macam dasar perhitungan waktu proses, antara lain :

– atas dasar panjang komponen.

–  atas dasar lebar komponen

– khusus untuk rotary composer (laminating).

– tidak berdasarkan ukuran komponen (per siklus).

– atas dasar luas area komponen.

–  atas dasar 2 kali panjang (conveyor/packing).

–  atas dasar luas area komponen serta luas area mesin.

Sedangkan untuk konstanta 1 merupakan speed dari mesin atau waktu proses per siklus.

Setelah semua data yang diperlukan siap, kemudian penulis memasukkan data tersebut ke dalam program yang ada.

Langkah-langkah pembuatan dan pelaksanaan Route Sheet:

1. PLANNING

Dalam tahap persiapan banyak kegiatan-kegiatan pembuatan Route Sheet yang harus dilakukan antara lain :

a. Untuk Item Baru.

– PO turun

– R&D menurunkan gambar (BOM) serta blank form prakiraan routing proses untuk diisi oleh kabag masing-masing bagian.

– Input M.Item, PO dan membuat KIK (beserta penentuan jumlah batch).

– Kumpulkan form prakiraan routing proses yang telah diisi oleh kabag dan input sequences tersebut pada program (RS 1 & RS Assembly).

– Print out report Route Sheet (RS 1 & RS Assembly) & MIC (Monitoring Item Chart), serta lengkapi Route Sheet tersebut dengan gambar komponen pada tiap lembarnya. Lembar MIC dapat dilihat pada lampiran 6.

– Perbanyak sesuai dengan kebutuhan (sejumlah batch).

– Turunkan ke Lapangan.

b. Untuk Item Lama.

– PO turun

– R&D menurunkan gambar (BOM) serta blank form prakiraan routing proses untuk diisi oleh kabag masing-masing bagian.

– Input M.Item, PO dan membuat KIK (beserta penentuan jumlah batch).

 

Jika ada revisi gambar & BOM serta sequence.

  • Input revisi M.Item. PO & KIK (beserta penentuan jumlah batch).
  • Input Revisi Sequences.
  • Print out report Route Sheet (RS 1 & RS Assembly) & MIC (Monitoring Item Chart), serta lengkapi Route Sheet tersebut dengan gambar komponen pada tiap lembarnya.
  • Perbanyak sesuai dengan kebutuhan (sejumlah batch).
  • Turunkan ke Lapangan.

Jika tidak ada revisi gambar & BOM serta sequences

  • Input PO & KIK (beserta penentuan jumlah batch).
  • Print out report Route Sheet (RS I & RS Assembly) & MIC (Monitoring Item Chart), serta lengkapi Route Sheet tersebut dengan gambar komponen pada tiap lembarnya.
  • Perbanyak sesuai dengan kebutuhan (sejumlah batch).
  • Turunkan ke Lapangan.

2. DO

Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan Route Sheet pada lantai produksi. Ada beberapa prosedur pelaksanaan yang harus diikuti, antara lain :

  • Peletakan Route Sheet pada batch masing-masing komponen oleh PPC lapangan mulai dari preparation (mesin Jumping X-Cut atau Moulding).Route Sheet mengikuti jalannya batch tersebut kemanapun batch tersebut diproses berdasarkan sequence yang telah ditentukan.
  • PPC lapangan memonitor jalannya Route Sheet beserta dengan batch harus sesuai dengan planning (routing prosesnya), jika terjadi penyimpangan maka PPC lapangan harus mencatat dan melaporkan kepada staf PPC.
  • Jika terdapat komponen assembly maka Route Sheet komponen dasarnya (RS 1) digabungkan menjadi satu dengan Route Sheet Assembly-nya.
  • PPC lapangan juga memonitor pelaksanaan / jalannya produksi dengan MIC untuk dapat mengetahui status dari komponen tersebut.
  • Setelah suatu item stuffing maka semua Route Sheet baik RS 1 maupun Route Sheet Assembly dan MIC dikumpulkan menjadi 1 dan diserahkan kembali kepada PPC. Check

Tahap ini merupakan tahap evaluasi terhadap kegiatan produksi yang telah kita rencanakan dengan kegiatan aktual yang ada. Setelah semua RS 1 & RS Assembly, MIC serta catatan penyimpangan alur proses yang ada terkumpul maka dapat kita evaluasi proses mana yang sudah tepat dan proses mana yang belum tepat. Dari hasil evaluasi tersebut dapat kita lakukan suatu perbaikan yang berkesinambungan dengan harapan jika terdapat repeat order maka RS 1, RS Assembly serta MIC dapat dengan jelas dan akurat dalam menunjukkan proses-proses apa saja yang harus dilalui oleh suatu komponen.

3. ACTION

Pada tahap ini penulis berusaha untuk melakukan suatu perbaikan agar kesalahan yang telah terjadi tidak terulang kembali. Jika terjadi penyimpangan terhadap alur proses yang kita rencanakan dengan aktualnya maka penulis harus bertanya serta berunding kepada kabag masing-masing bagian untuk mendapatkan solusi alur proses mana yang dianggap lebih baik. Setelah ditemukan jalan tengahnya maka penulis harus melakukan revisi terhadap data yang telah ada agar tidak terjadi kesalahan kembali pada produksi yang akan datang. Penyimpangan-penyimpangan itu bukan hanya alur proses saja tetapi masih terdapat penyimpangan yang lain, misalnya standart waktu proses yang kurang tepat, penentuan jumlah batch yang kurang optimal serta masalah- masalah produksi yang lain. Semua penyimpangan tersebut harus didiskusikan bersama sehingga dapat ditemukan jalan tengah untuk mengatasinya.

B. JOB SHEET

Job Sheet adalah lembar hasil kerja harian yang dilakukan oleh setiap mesin tiap bagian per shift. Job Sheet juga dibedakan menjadi 2 yaitu Job Sheet (mesin) dan Personal Job Sheet (orang). Job Sheet (mesin) dilaksanakan pada setiap bagian yang menggunakan bantuan mesin dalam melakukan proses produksi yang ada {Job Sheet mengikuti mesin), sedangkan PersonaI Job Sheet hanya digunakan pada bagian-bagian tertentu yang sangat minim sekali untuk menggunakan bantuan mesin antara lain bagian veneering, assembling, finishing dan packing (Job Sheet mengikuti orang bukan mesin). Minim menggunakan mesin bukan berarti tidak menggunakan mesin tetapi mungkin hanya mesin kecil yang sangat manual (bor angin, orbital, brush sanding). Job Sheet ini mencatat semua kegiatan yang dilakukan oleh mesin dalam kurun waktu 1 shift sedangkan Personal Job Sheet mencatat semua kegiatan yang dilakukan oleh operator dalam kurun waktu 1 shift. Job Sheet pada setiap bagian memiliki warna yang berbeda- beda, pembagiannya sebagai berikut :

1. Preparation : kuning

2. Processing : biru

3. Assembling: hijau

4. Finishing : merah

5. Packing : pulih

Tujuan Job Sheet.

Job Sheet dilaksanakan dengan harapan agar dapat menghasilkan suatu data-data yang dapat dianalisa dari lapangan. Tujuannya antara lain :

–       Feed back dari lapangan (laporan kegiatan aktual yang terjadi selama 1 shift) terutama mengenai waktu proses.

–       Analisa kerja (Efisiensi serta utilitas mesin)

–       Analisa jumlah kebutuhan tenaga kerja.

 

Isi Job Sheet.

Job Sheet berisi tentang kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan oleh suatu mesin selama 1 shift. Secara rinci isi dari Job Sheet dapat dijelaskan sebagai berikut :

Nama & No. mesin, nama operator, tanggal kerja serta shift.

  • No. KIK
  • Code Item.
  • No. dan nama komponen.
  • Output total.

Waktu setting dan waktu proses mesin (awal dan akhir).

Keterangan (dapat diisi keterangan lain yang diperlukan).

Lembar Job Sheet kalau di Deorus

Prosedur pelaksanaan Job Sheet.

Job Sheet merupakan feed back dari lapangan, oleh karena itu pengisian Job Sheet ini dilakukan oleh orang-orang lapangan yaitu operator itu sendiri. Operator menulis secara detail apa yang mereka lakukan selama 1 shift bekerja. Pelaksanaan Job Sheet ini tidaklah mudah tetapi memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjelaskan kepada operator-operator yang ada bagaimana cara pengisian Job Sheet yang tepat, karena jika pengisian Job Sheet ini salah atau asal-asalan maka data yang kita dapat dari lapangan kurang akurat.

Langkah-langkah pelaksanaan Job Sheet:

1. Plan

Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam melaksanakan Job Sheet antara lain :

Menjelaskan kepada operator bagaimana cara pengisian Job Sheet yang benar.

Mempersiapkan form-form Job Sheet yang diperlukan pada tiap mesin tiap bagian sesuai dengan warna dan format yang telah ditentukan.

2. Do

Setelah operator mengerti cara pengisian serta form-form yang diperlukan siap maka Job Sheet siap untuk dijalankan. Operator mengisi form lengkap tanpa ada kolom yang kosong. Dalam pelaksanaan Job Sheet ini PPC lapangan berperan dalam hal mengawasi penulisan form tersebut apakah sudah benar atau tidak. Jika ditemukan penulisan yang salah maka PPC lapangan harus segera menegur operator tersebut dan memberitahukan penulisan yang benar. Pada setiap akhir shift form Job Sheet tersebut dikumpulkan kepada:

  • Analisa sequence suatu komponen.
  • Analisa Planning Vs Actual.

Pada akhirnya hasil analisa ditas dapat kita bawa dalam meeting produksi untuk mendapatkan perhatian dan perbaikan-perbaikan secara berkesinambungan jika diperlukan. Hasil analisa ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kelancaran proses produksi yang ada.

 

Berikan Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22/11/2010 by in ERP and tagged , , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: